Tampilkan postingan dengan label inspirasi pacaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi pacaran. Tampilkan semua postingan

Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain (Mengampuni)

'Tidak menyimpan kesalahan orang lain’ bukan berarti membicarakan kesalahan orang lain kemana-mana, ini penggossip. ‘Tidak menyimpan kesahalan orang lain’ dalam arti tidak menyimpan dihati kita, tidak diingat-ingat lagi, artinya mengampuni dengan total.

Orang yang menyimpan kesalahan orang lain dan dingat-ingat, disebut pendendam, dan dendam menimbulkan kebencian dan pertengkaran, hal-hal yang berlawanan dengan kasih. Hati yang dendam menghasilkan pikiran dan reaksi negatif, membuat seseorang sulit berkomunikasi dengan orang lain dan tidak bisa hidup maksimal. Menyimpan kesalahan orang lain di hati dan pikiran kita, hanya membuat hati terluka.

Kasih itu mengampuni. TUHAN mengasihi kita, maka dia mengampuni kita bila kita bersalah.

Kalau pacarmu berkata mengasihimu, maka engkau akan percaya jika dia membuktikannya, dengan mengampuni kesalahanmu, melupakannya dan tidak mengungkit-ungkitnya dikemudian hari. Jika dia selalu mengungkit-ungkit kesalahanmu, engkau tidak marasa damai sejahtera bukan? Demikian juga sebaliknya, jika engkau mencintai seseorang, yakinkan dia bahwa engkau mencintainya dengan tidak menyimpan kesalahannya.

Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri

Jika engkau mencitai seseorang dan mulai berpikir-pikir ‘untung rugi’, maka sebenarnya engkau tidak mencintainya. Engkau mulai berpikir bahwa kalau dapat dia, saya untung, karena dia kaya, dia terkenal, dia perhatian dan seterusnya.

Engkau akan pacaran dan nanti menikah dengan selalu ‘mencari untung’, engkau akan minta diperhatikan, disayan, dimengerti, dipuji dan engkau akan kecewa, karena tidak selamanya dan tidak selalu engkau akan mendapatkannya.

Kasih sejati bukan mencari untuk, bukan apa yang didapat, kasih sejati berpikir, apa yang bisa saya berikan kepadanya. Berikan cinta, berikan perhatian, berikan kasih sayang dan engkau akan bahagia, karena jika itu yang engkau pikirkan, engkau memang mencintainya.

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan

Jika ada orang berkata kepadamu, bahwa dia sayang sama kamu, tetapi dia nafsu banget, baru pacaran berapa bulan, tiap ketemu belum-belum sudah mau ciuman, pegang-pegang, meraba-raba tubuhmu, bahkan bukan memeluk dengan lembut atau mengusap atau mengandeng tangan melindungi, tetapi memegang ‘secara tidak sopan’. Tangannya mengarah kebagian-bagian ‘peka’ seperti payudaramu, itu bukan kasih, itu bukan cinta, tetapi nafsu. Hati-hatilah. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan. Kasih itu menghargai pribadi dan bukan memanfaatkan pasangan untuk mengobarkan nafsu dan menikmati terangsang-rangsang dengan melakukan yang tidak sopan.

Jika dia nafsu banget, ngebet banget, sebenarnya masih ada kemungkinan bahwa dia itu juga sayang banget dan ‘gemes’ lihatin kamu imut-imut, cantik dan lucu. Bisa saja dia itu sayang banget, hanya karena usianya yang memang masih muda, jadi belum punya penguasaan diri. Jika engkau benar-benar mencintainya, mintalah dia untuk membuktikan cintanya dengan sabar dan sopan.

Keintiman dengan pasangan sah-sah saja, tetapi bukan berarti melanggar norma kesopanan dimana kalian tinggal. Di Amerika, mungkin bukan hal yang aneh, berciuman di tempat umum, tetapi tentu tidak dengan di Indonesia, karena akan menjadi batu sandungan, bahan pergunjingan, dan engkau akan dinilai ‘murahan’. Kasih akan memuliakan dan bukan merendahkan. Kasih berpikir, bagaimana bisa memuliakan pasangannya, atau menjadi mulia bersama-sama dan bukan hina bersama-sama. Kasih itu sopan.

Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong

Bersyukur dan menerima diri sendiri, memiliki citra diri yang baik adalah hal yang benar. Namun ‘bermegah’ atau ‘sombong’ bukanlah tanda kasih.

Dalam pernikahan, jika salah satu menganggap bahwa dia berasal dari keluarga yang lebih baik, lebih sopan, lebih bermoral, lebih berkelas, lebih bermartabat, lebih berpendidikan dan memandang rendah, meremehkan pasangan, ini bukan tanda kasih. Kasih tidak sombong.

Engkau sudah bisa melihatnya sejak bersahabat, dari semasa pacaran sudah kelihatan bahwa dia ‘memandang rendah’ keluargamu, maka itu bukanlah kasih.

Jika memang benar faktanya engkau dan keluargamu kurang ‘bermartabat’ maka dia harus membimbing engkau dan bukan merendahkan serta dia sendiri ‘bermegah’ dalam kelebihannya atau sombong.

Kasih, cinta, harus ada unsur mengagumi, menyenangi entah prinsip hidupnya, penampilan fisiknya, karakternya, sikap-sikapnya. Hal-hal ini yang akan membuat seseorang tidak merendahkan pasangannya dan bermegah atas dirinya sendiri.

Penampilan fisik bersifat sementara dan bisa berubah, karena itu, bangun dirimu dengan memilki tujuan hidup yang mulai, visi hidup yang ilahi dan menjalaninya dengan karakter, itu yang akan membuat engkau tidak diremehkan dan tidak meremehkan orang lain. Tidak bermegah atas diri sendiri, sebab kasih itu tidak sombong.

KASIH TIDAK CEMBURU

Cemburu bukan tanda cinta, cemburu tanda ketidak penguasaan diri. Cemburu tanda bahwa orang tidak percaya kepada pasangannya. Cemburu juga bisa muncul, karena trauma, pernah dikhianati pacar, pernah putus pacaran.

Memang cinta akan mengarah pada pernikahan dan pernikahan berarti ‘milik kepunyaan sendiri’ atau ‘ exclusive’ dan tidak untuk yang lain, namun itu bukan berarti lantas pasangan tidak boleh keluar rumah dan membatasi pergaulannya.

Jika baru pacaran saja sudah melarang ini dan itu, cemburu kelewat batas, ia bisa ketakutan untuk melajutkan hubungan denganmu. Pacaran perlu melatih pasangan dan menyakinkan pasanganmu bahwa engkau BISA DIPERCAYA. Anda juga harus belajar mempercayai. Karena salah satu hakekat cinta adalah kita PERCAYA kepada pribadi yang kita cintai.

Demikian juga engkau tidak perlu membuktikan cinta pacarmu dengan memanas-manasi, dengan membuatnya cemburu, karena sering hasilnya justru tidak seperti yang engkau harapkan. Bisa terjadi miss-komunikasi. Engkau mengharapkan dia cemburu, tetapi dia bisa mengambil kesimpulan engkau tidak mencintainya dan dia memutuskan hubungan denganmu. Dia bisa saja berpikir lain, engkau ‘play boy’ atau ‘wanita murahan’ dan dia menjauhi engkau. Kasih itu tidak cemburu dan tidak membuat pasangan cemburu.

Jika engkau mencintai pasanganmu, engkau juga harus menjagai perasaannya, supaya ia tidak cemburu. Setiap pribadi memiliki batas keakraban yang berbeda, kasih, cinta akan membuat seseorang dengan sukarela, membatasi dirinya, menjagai perasaan orang yang dicintainya. Kasih tidak cemburu, sebaliknya, kasih percaya segala sesuatu.

KASIH ITU MURAH HATI

Kasih membuat seseorang punya kecenderungan untuk memberi kepada yang dicintainya. Orang akan membuat pribadi yang dicintainya senang, bahagia dan untuk itulah dia bermurah hati.

Jika engkau punya temen atau pacar dan dia pelit, medit tidak pernah memberi, ndak pernah traktir, padahal dia sebenarnya ada uang, ada saja alasannya, ketinggalan dompet lah, kiriman belum datang atau berbagai alasan yang selalu saja ada, maka engkau pantas meragukannya, apakah dia benar-benar mencintaimu, atau memanfaatkanmu.

Kasih itu korban, kasih itu memberi. Jika pacarmu justru sering meminta, meminjam uang, meminta ini dan itu, ia tidak mengasihimu. Kasih bukan meminta,tetapi memberi, kasih itu murah hati.

Lain halnya jika dia memang dari keluarga tidak mampu, tetapi dia ‘takut akan Tuhan’ memiliki kepribadian yang baik, dia tidak memberi materi, karena memang tidak punya, tetapi dia juga tidak meminta-minta dan tidak ngutang. Ia hidup sederhana karena kondisi ekonomi, enkau boleh mencintainya, karena orang benar suatu saat nanti akan diberkati. Dia tidak memiliki materi untuk bermurah hati memberi materi, tetapi dia suka menolong, menyediakan waktu, ia bermurah hati dengan tenaga dan waktu yang dimilikinya, ia mencintaimu dan engkau tidak usah meragukan cintanya.

KASIH ITU SABAR

Saat pacaran, orang bisa sabar, karena cinta masih tinggi, setelah menikah, pasangan berbuat salah dan dimarah-marahi, kenapa tidak sabar lagi? Cinta sudah pudar atau berkurang.

Apakah engkau akan merasa disayang jika pasanganmu, pacarmu emosian, dikit-dikit marah dan membentak-bentak? Tidak bukan? Kasih itu sabar. Karena kasih akan membuat orang sabar, jika kekasihnya berbuat sesuatu yang kurang baik atau kesalahan, dia bukan marah tetapi ‘berbelas kasihan’ dan ingin mengajari serta memberi tahu bagaimana benarnya. Jika engkau punya pacar dan ia tidak sabar terhadapmu, engkau boleh meragukan, apakah ia sungguh-sungguh mencintaimu. Jika engkau tidak sabar terhadap pacarmu, engkau kurang mencintainya.

Jika engkau punya pacar dia maksa-maksa banget untuk segera dinikahi, nggak sabaran utuk segera menikah, juga perlu hati-hati, kenapa dia mau buru-buru menikah? Apakah dia sudah tidak perawan? Apakah dia orang yang merasa tertolak di rumah, tidak betah di rumah, tidak punya hubungan yang baik dengan orang tuanya dan menikah bukan karena cinta atau kasih, tetapi ingin segera ‘keluar’dari rumah. Ini bukan kasih tetapi pelarian. Kasih itu sabar, jika tidak sabar, engkau perlu hati-hati.

Cinta .....

Salah satu penyebab kegagalan dalam pernikahan yaitu pendapat yang salah tentang cinta. Cinta bukan hanya sekedar perasaan yang menyenangkan, tetapi cinta adalah komitment - janji untuk setia. Tanpa komitmen, perasaan cinta kita dapat pudar sebab perasaan dapat naik atau turun menurut situasi hidup kita.

Cinta yang berdasarkan komitmen biasanya lebih bertahan dibandingkan cinta yang hanya berlandaskan perasaan. Cinta itu tidah ‘jatuh’ tetapi ‘dibangun’, perlu perawatan dan dipelihara.Cinta diuji oleh waktu.

Abigail Van Buren, seorang penulis yang terkenal, ditanya oleh seorang wartawan tentang rahasia pernikahannya yang telah bertahan 59 tahun. Van Buren, yang tulisan dan nasihatnya dicetak di 1200 surat kabar di seluruh Amerika, berkata:

“Don’t be too judgmental. Keep your cool if something really bothers you. Be totally honest at all times. And don’t criticize anyone in his or her family. There are lots of fights over that — your mother, your father, your sister.”

“Jangan terlau menghakimi atau menyalahkan. Tetaplah tenang jika sesuatu benar-benar mengganggumu. Jujurlah sepenuhnya setiap waktu. Jangan mengkritik siapapun yang ada dalam keluarga pasanganmu!, karena akan banyak pertengkaran disana!”